Showing posts with label Motivasi Kerja. Show all posts
Showing posts with label Motivasi Kerja. Show all posts

Belajar Bijak dari Cinta

Posted by Blog Motivasi Diri Monday, October 22, 2012 4 comments

Alkisah seorang Suami yang gagah, berhasil dan baik hati bernama Ahmad dan seorang gadis cantik penggoda. Mereka kenal di sebuah kantin kompleks perkantoran mereka, setelah berkenalan dan saling berbicara, setelah mereka saling bertukar pin BBM.

Keesokan harinya si gadis mulai mengirimkan BBM

Gadis : Wah mas hebat ya..... keliatannyan sudah jadi orang yang hebat, keliatan dari penampilannya yang OK. Ahmad lalu menjawab si Gadis :terima kasih ya Mbak.

Esoknya, si Gading penggoda menelpon Ahmad, tuk sekedar " say hallo, kapan ya mas, kita makan bertemu dan makan bareng lagi? Ahmad : hmmmm kapan ya ... oke kapan saja boleh:) .

Setelah itu mereka masih sering berhubungan melalui BBM  dan telepon, si Gadis mencari cara untuk bertemu dengan alasan untuk Konseling dirinya yang sedang mengalami masalah dan akhirnya Ahmad menemuinya dengan tujuan ingin membantunya. 1-2 kali Diberikanlah konseling dan terapi untuk si Gadis tersebut.

Hari-hari berlalu, tiada hari tanpa kontak antara mereka untuk alasan konsultasi. Sampai suatu hari, si gadis tidak tahan untuk mengirim BBM yang berisi curahan perasaannya:”Mas... Sebenarnya aku benar-benar mencintaimu, aku tahu Mas sudah punya keluarga, tapi aku mau menerima kondisi sebagai isteri kedua, aku siap mas... dan maaf aku mengganggu perasaanmu... Mas benar-benar telah membuat aku begitu terpesona:*

Dengan berat hati akhirnya Ahmad menjawab:

Mbak, mohon maaf saya mengerti dan paham maksud Mbak...tapi dengan berat hati aku harus jawab TIDAK! Saya tahu Mbak memang cantik, dan saya percaya banyak pria tentu mengatakan mbak cantik dan sangat menarik.

Tapi... tahukah mbak mengapa saya  bisa tampil baik dan berhasil seperti ini..., itu semua karena doa, perhatian, dorongan & semangat dari seorang Istri yang sangat saya cintai... alangkah berdosanya saya jika saya berselingkuh kepada wanita lain. Mbak tersenyum melihat saya dengan kondisi saya sekarang ini, tetapi istri saya melihat saya dengan lebih tersenyum lagi meski dia bersusah payah membantu dan begitu setia mendorong saya dengan cinta kasih hingga saya berhasil seperti sekarang ini.

belajar bijak dari cinta


Tahukah mbak bhw saya memulai keberhasilan ini dari nol & isteri saya selalu mendampingi dikala begitu banyak penderitaan, kesedihan dan senang, terpuruk dan berhasil seperti ini mewarnai kehidupan saya. Tahukah Mbak bahwa isteri saya  yang selalu mendoakan untuk keberhasilan saya. Mbak memang sangat cantik dan menarik, tapi istri saya jauh lebih cantik di mata dan hati saya... meski Mbak begitu mengagumi saya.
Siapapun dari kita tentu pernah menyadari bahwa sedikit banyak orang keluar masuk  menghiasi kehidupan kita. Mungkin ada yang muncul hanya sekelebat saja bahkan sampai 
ada yang begitu membekas dalam pikiran kita.
Ada pula yang telah lama berjalan beiringan, tetapi tak disadari arti kehadirannya. Ada pula yang begitu jauh di mata, sedangkan wujudnya  begitu melekat di hati. Ada juga yang datang 
pergi begitu saja seolah tak pernah ada menorehkan titik apapun. Semua  orang yang pernah singgah dalam hidup kita bagaikan pernik-pernik yang membentuk sebuah mosaik catatan sejarah. Gambaran itu sebenarnya telah terbentuk, hanya saja tak pernah selesai. Atau kita salah lihat, sehingga seringkali tak bisa dinikmati keindahan karyanya.
 Cobalah kita mengambil waktu sejenak untuk mengenang mereka yang pernah hadir dalam hidup kita. Hargailah, hormatilah dan kenanglah seluruh jasa dan kebaikan mereka serta kebaikan yang mungkin  tersembunyi di balik tabir kekecewaan sekalipun. Siapa sajakah mereka ?
Mereka adalah orangtua yang kita sayang dan kasihi, istri dan anak-anak kita yang kita cintai, adik kakak kita, guru-guru kita yang begitu sabar membimbing, dan memberikan ilmunya, atasan bawahan rekan kerja yang selalu menghiasi manisnya kehidupan pekerjaan dimana kita berkarya, sanak dan kerabat yang memahami sebuah persaudaraan, teman serta sahabat yang begitu mewarnai kehidupan kita.
Juga tiada salahnya kita mengenang mereka yang pernah anggap musuh dan pengkhianat atau bahkan orang yang melukai hati sekalipun. Atau yang  tak pernah kita tahu nama dan wajahnya. Bagaimana pun mereka telah turut andil memahat pribadi kita; menyapukan tinta pada lukisan kehidupan kita; menyiangi tanaman jiwa kita. Kenanglah mereka dalam genangan cinta yang tak bertepi. Hanya dalam tatapan cintalah kita bisa memandang indahnya kehidupan ini. Karena tiada secuilpun hidup yang perlu disesali, maka hanya cinta dan kasih sayanglah jawabannya. Percayalah, karena orang yang bijak adalah orang yang tahu benar arti mengenang kebaikan dan jasa orang-orang dalam hidupnya, bukan !


Baca Selengkapnya ....

Cara Menghilangkan Stres di Kantor

Posted by Blog Motivasi Diri Friday, October 19, 2012 2 comments

Stres Di Kantor !

Tiba-tiba sore hari saat menjelang jam kerja usai dengan mendadak atasan Anda datang sambil membawa tumpukan berkas kepada Anda. "Ali, tolong bikin proposal penawaran secepatnya. Ini semua bahannya. Pelajari dan nanti jam 9 malam, proposal itu sudah ada di meja saya!" katanya. Ini adalah perintah yang Anda harus kerjakan. Tak peduli tiba-tiba atasan Anda jadi lebih mirip seperti kera, atau wanita yang baru Anda kenal membuang jauh-jauh kartu nama Anda karena ingkar janji makan malam, Anda sudah janji dengan anak Anda yang sedang menunggu Anda di rumah di hari ultahnya atau timbunan rasa penat yang mendadak muncul, toh proposal itu harus selesai tepat pada waktunya.
stres di kantor

Apa yang kita hadapi di kantor, di rumah, di jalan, terkadang membuat Anda mendadak stres. Tanpilan yang sangat seksi dan menggoda sekretaris atasan yang sejak pagi menjadi hiburan hari ini, mendadak menjadi menyebalkan. Semuanya menyebalkan: Mulai dari komputer, pulpen, kopi, dinding, sepatu, AC, dan sebagainya.
Sebelum stres itu membunuh Anda, kami memberikan 4 jurus pamungkas yang mungkin bisa mengurangi rasa penat dan stres di kantor yang tiba-tiba muncul (tentu saja Anda tak berpikir konyol bahwa kami bisa mengurangi pekerjaan Anda kan ?). Bahkan, membuka sejenak halaman Caninews, dan melupakan sejenak himpitan yang datang tiba-tiba, bisa menjadi obat yang manjur. Tapi 
baiklah, inilah empat cara pembunuh stres Anda:
1.  BUAT LEHER ANDA RELAKS.
Angkat tangan kiri Anda dan lingkarkan di atas kepala sampai menyentuh kuping kanan. Tarik kepala Anda ke arah kiri menjauhi bahu kanan, lalu tahan. Lakukan untuk sisi lainnya.
2. TEKAN TANGAN ANDA
Satukan telapak tangan Anda , dan tekan jari Anda secara bersamaan sambil menarik nafas.
Kemudian buang nafas ketika mengendurkan tekanan pada jemari Anda. Lakukan ini sebanyak lima atau enam kali.
3.  ATUR MAKAN
Jika Anda sedang dalam keadaan stres berat, sebaiknya makanlah makanan yang rendah lemak dan kaya protein seperti ikan. Sebab, percayalah, stres bisa membuat nafsu makan Anda bertambah.
4. BERDIRI SAAT MENERIMA TELEPON
Anda akan meregangkan otot Anda dan bernafas lebih dalam, sehingga mengalirkan darah yang kaya akan oksigen lebih banyak ke otak Anda.
Ketika Anda berpikir bahwa gerakan ini begitu sederhana, cobalah di saat Anda merasa stres. Anda akan terkejut sendiri melihat efektivitas gerakan ini. Kami telah buktikan sendiri -sehingga mendadak, sekretaris yang menyebalkan itu menjadi cantik kembali dan terlihat indah dimata. Hip... hip... hurrraaaa!!!!

Stress di kantor: Kenali dan Kelola

Stress bisa dipicu masalah kecil, seperti bunyi telpon yang terus berdering, peralatan kantor yang sebentar-sebentar rusak, dan sebagainya. Atau lantaran masalah besar, seperti terlalu banyak atau terlalu sedikit pekerjaan, tidak menyukai pekerjaan, kekhawatiran bakal dipecat, atau tidak bisa akur dengan atasan. Umumnya, masalah-masalah besar mudah menyulut stress, sehingga orang menjadi merasa tidak bahagia dan kehilangan produktifitas. Namun stress dalam tingkatan yang tidak terlalu berat justru dapat merangsang orang untuk menjadi kreatif dan banyak akal. Tapi bila beban stress sudah terlalu berat, bukan hanya berdampak pada psikis namun juga pada fisik yang cukup parah.
stres di kantor

Oleh karena itu, kenalilah sumber utama yang dapat memicu stres di kantor.
·        Kewenangan 
Banyak studi menunjukkan bahwa pekerja yang merasa mempunyai tanggungjawab yang besar, namun hanya mempunyai sedikit kewenangan dalam pengambilan keputusan, beresiko mengalami masalah pembuluh jantung, dan berbaggai penyakit yang terkait dengan stres.
·        Kompetensi 
Apakah Anda peduli pada kemampuan Anda untuk selalu tampil prima? 
Apakah Anda merasa cukup tertantang? Anda merasa tidak aman dengan pekerjaan Anda? Perasaan tidak aman pada perkerjaan adalah pemicu utama stress pada banyak pekerja.
·        Kejelasan 
Perasaan ketidakpastian pada tugas-tugas, berbagai perubahan, atau ketidakjelasan tujuan perusahaan dapat memicu munculnya stres.
·        Komunikasi 
Tekanan di tempat kerja sering diakibatkan oleh buruknya komunikasi, yang dapat berujung stress. Ketidakmampuan mengekpresikan kepedulian, frustasi, atau emosi dapat memicu stress.
·        Dukungan 
Ketiadaan dukungan rekan kerja, akan mempersulit upaya mengatasi masalah-masalah dalam pekerjaan sehingga menyebabkan stres.
·        Signifikansi 
Bila Anda mengganggap bahwa pekerjaan yang Anda lakukan tidak berharga dan tidak merasa bangga karenanya, Anda akan merasakan tekanan stres.
·        Tanggungjawab bertambah 
Tambahan tanggungjawab kerja akan menambah tekanan stres.
Nah agar tidak menjadi korban deraan stres, maka Anda perlu mengelola stres di tempat kerja. Anda perlu berbuat sesuatu untuk memperingan tekanan yang bisa memicu stres
1.      Temui atasan Anda 
Sedikitnya setahun sekali (lebih sering lebih baik), Anda perlu membicarakan kinerja Anda dengan atasan. Sambil mencaritahu kelemahan yang perlu dibenahi dan kekuatan yang perlu dikembangkan, Anda dapat mencari "bocoran" tentang arah kebijakan perusahaan. Selain itu, Anda pun dapat mengkonfirmasikan isu-isu yang mungkin menyebabkan ketidaknayamanan dalam bekerja. Dengan demikian Anda dapat mempersiapakan diri Anda, untuk menghadapi hari-hari mendatang, tanpa terkaget-kaget.
2.      Atur waktu sebaik-baiknya 
Tinggalkan pekerjaan Anda di kantor, jangan dibawa ke rumah. Bila Anda sering mengorbankan waktu bebas untuk menyelesaikan pekerjaan, tanda-tanda stress adalah ganjaran yang bakal Anda dapatkan. Bila majikan Anda menawarkan jadwal kerja yang fleksibel, manfaatkan kesempatan tersebut dengan menyesuaikan gaya kerja Anda. Misal, datang lebih pagi agar bisa menikmati waktu istirahat siang yang lebih panjang, atau pulang lebih cepat. Manfaatkan wakktu luang tersebut untuk berolahraga atau bersantai.
3.      Matikan alat komunikasi 
Ponsel dan internet memungkinkan setiap orang untuk dihubungi setiap saat. Namun jangan biarkan teknologi menghapus batas antara waktu Anda dan jam kerja Anda. Tinggalkan ponsel Anda, atau putuskan untuk tidak menerima telepon ketika Anda sedang beristirahat, atau bersantai bersama keluarga. Hindari memeriksa e-mail kerja ketika sedang di rumah.
4.      Tahu kapan harus keluar 
Bila Anda merasa sangat menderita lantaran didera stress pekerjaan, dan saran di atas tidak berhasil, mungkin sudah saatnya Anda berpikir untuk berganti pekerjaan. Namun Anda harus yakin bahwa masalahnya ada pada perkerjaan atau pada Anda. Sebaiknya, Anda meluangkan waktu untuk mencari pekerjaan sebelum benar-benar mengundurkan diri. Menjadi pengangguran juga dapat menyebabkan stres. Idealnya, Anda telah mendapat pekerjaan baru sebelum mengundurkan diri, meskipun terkadang 
sulit terlaksana. Oleh karena itu putuskan, mana yang lebih baik; menjadi pengangguran atau menderita karena pekerjaan.
stres di kantor

Semoga bermanfaat and jangan stres ya, dan terus motivasi diri anda !

Baca Selengkapnya ....

[Motivasi Kerja] Cara Memotivasi Karyawan

Posted by Blog Motivasi Diri Monday, October 1, 2012 6 comments


Tinggi rendahnya motivasi seseorang dalam kehidupan adalah hal yang sudah biasa, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita untuk tetap dalam kondisi termotivasi,  itu baru hal yang luar biasa. Termotivasi atau tidak bagi seseorang adalah sebuah pilihan, demikian halnya dengan para karyawan di dalam organisasi. Tren motivasi pada grafik bisa jadi dapat berubah-ubah, karena memang cukup kompleksnya penyebab menurun atau naiknya motivasi para karyawan.
cara memotivasi karyawan

Di bawah ini beberapa catatan untuk mendukung  dan memotivasi karyawan agar mereka dapat perform dengan pekerjaannya :

Pertama adalah usahanya

Banyak orang yang tidak berusaha maksimal dalam pekerjaannya. Mereka menganggap bahwa pekerjaannya adalah sesuatu kebisaaan saja. Tetapi mereka tidak mau bekerja dan berusaha lebih keras dibandingkan apa yang sudah dia lakukan dalam masa yang sebelumnya. Maka, kita harus bisa memotivasi mereka, bahwa kalau mereka berusaha lebih keras maka mereka akan lebih sukses dalam hidupnya. Memotivasi usaha adalah hal yang paling dasar dan umum dalam memotivasi diri.

Kedua adalah bagaimana kita memotivasi orang agar lebih efektif dalam melakukan pekerjaannya

Sering dalam pekerjaan, orang itu melakukan pekerjaannya dengan cara yang salah. Kita juga sering melihat, kadang orang sudah bekerja keras, tetapi hasilnya sangat jelek. Itu adalah orang yang tidak mampu bekerja secara efektif. Kalau kita hanya push dia untuk bekerja lebih keras saja, maka yang yang akan kita dapatkan adalah orang yang bekerja lebih keras tetapi tidak menghasilkan sesuatu untuk perusahaan kita. Ini juga salah dan perlu kita diperbaiki. Kita juga harus bisa mengajarkan kepada mereka, cara yang benar untuk bekerja. Inilah yang akan memotivasi karyawan kita ke arah efektivitas yang lebih tinggi.

Ketiga adalah ketekunan

Kalau orang itu bekerja keras, kemudian tahu-tahu lemas dan dan tidak berhasil kemudiaan tidak mau bekerja lagi. Maka kita secara berkala harus mengingatkan dia tentang pentingnya sebuah pekerjaan yang berhasil dengan baik. 

Kalau kita mendorong karyawan kita ke arah yang lebih baik, maka tiga hal inilah yang perlu kita perhatikan. Memang ada beberapa orang tertentu yang sangat ter-drive oleh nilai uang dan gaji tinggi atau money value yang tinggi. Sehingga kalau komisinya besar dia akan bekerja keras. Coba kita lihat di dalam pekerjaan para pemborong. Ada pemborong bangunan maupun harian. Kalau pekerja borongan, dia akan cepat sekali bekerja. Kitalihat kalau mereka membuat tembok atau lantai, maka mereka dapat lebih cepat 3 sampai 4 kali dari pekerja harian. Walaupun kerjanya kasar dan agak terburu-buru. Tetapi coba kita lihat apa yang membuat mereka termotivasi untuk bekerja lebih keras; yaitu uang. Walaupun tidak semua orang tidak termotivasi dengan uang. Tetapi uang atau benefit secara financial tetaplah salah satu faktor penting dalam memotivasi karyawan-karyawan.
Hal kedua yang perlu diperhatikan selain uang adalah kepuasan dalam bekerja atau feeling appreciated, dan diberi pujian dengan kata-kata yang tepat. Bahwa kalau mereka bekerja dengan baik, Kita berterimakasih kepada mereka. Kita juga memberikan penghargaan non material kepada mereka. Inilah salah satu yang memotivasi orang untuk bekerja lebih keras.
Hal ketiga adalah contoh. Kalau Kita memberikan contoh jelek dalam bekerja, bermalas-malasan, tidak mau datang pagi, maka bagaimana Kitamengharapkan karyawan Kita bekerja keras? Inilah beberapa hal yang penting dalam memotivasi karyawan.
Sebenarnya bila kita ingin memutuskan tindakan atau eksekusi masalah motivasi karyawan, sebaiknya kita lakukan diagnosa guna menangkap dengan jelas latar belakang khususnya penurunan motivasi karyawan. Penyebab penurunan cukup kompleks dan tidak berkutat pada ladang kemampuan, pengetahuan, dan perilaku saja, tetapi bisa jadi karena faktor belief system, spiritual, identitas, nilai2 dan sebagainya yang jarang kita sentuh yang justru faktor penyebabnya mungkin lebih dominan. Cobalah perhatikan setiap kalimat penyebab 1-3 diatas untuk memudahkan kita menemukan latar belakang secara sederhana.

Baca Selengkapnya ....

[Motivasi Kerja] Gaji Tak Pernah Cukup !

Posted by Blog Motivasi Diri 4 comments

Gaji. Cuma 4 huruf memang. Tapi kenyataannya, yang namanya gaji selalu saja ditunggu-tunggu oleh mereka yang bekerja sebagai karyawan. Dimanapun itu. Betul. Jika Anda - atau suami Anda - bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan, seringkali Anda selalu menunggu agar tanggal gajian itu datang - kalau bisa - sepuluh hari lebih cepat. Benar kan?

Menariknya, berapa pun gaji yang terima, seringkali kita merasa tidak pernah cukup. Besar sih besar. Itu sebabnya, kadang kita merasa kesal, kenapa sudah capek-cepek kerja sebulan, tetapi gaji tak pernah cukup. Bapak ibu, tenang. Kalau Anda bingung karena merasa gaji Anda tidak pernah cukup, maka kali ini saya akan memberitahu 5 hal kenapa gaji Anda dirasa tidak pernah cukup. Mau tahu apa saja?

gaji tidak pernah cukup



Biaya Hidup Tinggi


Salah satu penyebabnya mungkin karena biaya hidup di kota tempat Anda tinggal memang tinggi, dibandingkan kota-kota lain. Sekali lagi, ini cuma kemungkinan saja lho.


Gaji Anda Terlalu Kecil


Penyebab kedua adalah gaji yang kecil. Mungkin biaya hidup di kota Anda tak terlalu tinggi, tapi berhubung gaji Anda kecil, jelas Anda merasa gaji tak cukup bukan? Memang ada yang berpendapat, berapa pun gaji Anda, asal bisa dikelola dengan baik, pasti cukup. Betul. Saya setuju, karena saya sendiri juga bilang begitu. Tapi, kalau Anda merasa telah mengelolanya dengan baik, tapi kok gaji Anda tetap saja dirasa enggak pernah cukup selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, maka bisa jadi gaji Anda memang terlalu kecil.


Kenaikan Gaji tak Sebanding dengan Kenaikan Biaya Hidup


Penyebab ketiga karena kenaikan gaji Anda setiap tahun tidak seimbang dengan kenaikan Biaya Hidup. Misalnya, gaji di keluarga Anda Rp 1 juta sebulan. Biaya hidup Anda sekeluarha juga Rp 1 juta sebulan. Sementara tahun depan harga-harga naik, sehingga biaya hidup misalnya Rp 1,3 juta sebulan. Semetara gaji Anda "hanya" naik 10 persen, menjadi Rp 1,1 juta. Jelas, kan, gaji Anda tidak cukup.


Uang Lebih Enak Dihabiskan daripada Ditabung


Jujur saja, dimana-mana, yang namanya uang lebih enak untuk dihabiskan daripada ditabung. Benar kan? Contohnya, kalau Anda dapat uang Rp 500 rb sekarang, pasti akan lebih enak kalau Anda membelanjakannya daripada disimpan. Bawa saja uang itu ke toko baju atau toko sepatu, pilih-pilih, beli deh.
Tapi, kalau ditabung, enggak enak rasanya. Kenapa? Karena Anda jadi enggak bisa belanja. Itulah kenapa yang namanya uang lebih enak dibelanjakan daripada ditabung. Nah, karena keenakan, membuat orang selalu menghabiskan uang di dompetnya.
Setiap kali Anda pegang uang, selalu habis. Akhirnya, ketika ada kebutuhan, Anda lantas berpikir: "Kok nggak cukup ya gaji saya?" Padahal, itu karena Anda sudah terlanjur keenakan menghabiskan uang, sehingga rasanya gaji Anda seperti tidak cukup. Padahal, mungkin saja gaji Anda sebetulnya cukup, tapi Anda terlalu menghambur-hamburkannya.


Karena Keinginan Tidak Ada Batasnya


Anda tahu tidak bedanya kebutuhan dan keinginan? Kebutuhan adalah sesuatu yang Anda beli karena memang Anda butuhkan, entah Anda ingin atau tidak. Sementara keinginan, adalah sesuatu yang Anda beli, walaupun kadang Anda tidak selalu membutuhkannya. Menariknya, kebutuhan seringkali memiliki batas. Sementara keinginan biasanya tidak memiliki batas.
Misalnya, setiap bulan, penghasilan keluarga Anda katakan saja Rp 1 juta. Biaya hidup yang betul-betul Anda butuhkan setiap bulan rata-rata adalah Rp 700 ribu (ada batasnya, ingat?). Sementara, barang-barang yang Anda beli karena Anda memang menginginkannya, rata-rata adalah Rp 300 ribu per bulan. Total Rp 1 juta. Sesuai dengan gaji Anda. Tapi, suatu kali, bisa saja keinginan Anda meningkat, dari yang biasanya Rp 300 ribu per bulan, menjadi Rp 500 ribu per bulan. Otomatis, penghasilan Anda jadi nggak cukup dong.

Menariknya, seringkali justru keinginan inilah yang membuat gaji kita tidak cukup, karena yang namanya keinginan seringkali tidak ada batasnya, sementara kebutuhan, umumnya ada batasnya (dalam contoh diatas tadi, yaitu Rp 700 ribu per bulan). Nah, kalau Anda ingin gaji Anda cukup, sering-seringlah mengendalikan keinginan Anda yang biasanya tidak terbatas itu, dan motivasi diri anda. Bagaimana bapak ibu. Sudah jelas kan kenapa Anda selalu merasa gaji Anda tidak pernah cukup?


Motivator: Muhammad Yunus

Baca Selengkapnya ....

[Motivasi Kerja] - Menjaga Kepercayaan

Posted by Blog Motivasi Diri Sunday, September 30, 2012 1 comments

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.
Bagi setiap karyawan, paling tidak enak kalau diawasi terus selama melakukan pekerjaan. Rasanya seperti tidak dipercaya saja. Kita semua memang ingin mendapatkan kepercayaan penuh bahwa kita bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Makanya, sebel banget jika punya boss yang maunya mengawasi terus. Sebenarnya, bagi atasan pun enak sekali kalau punya anak buah yang bisa berkerja dengan baik tanpa mesti diawasi terus. Toh mengawasi para karyawan juga sangat menyita waktu dan perhatian. Jadi, ada dua kebutuhan yang bisa saling dipertemukan, yaitu; karyawan ingin bekerja tanpa diawasi terus, sedangkan boss ingin tidak terlalu banyak buang waktu dan tenaga hanya untuk mengawasi karyawannya. Beres dong, kalau begitu. Teorinya. Tapi kenyataannya, tidak semudah itu. Maaf, jika tidak diawasi; apakah Anda bisa bekerja efektif 100%?

menjaga kepercayaan -Motivasi Diri-

Soal penyalahgunaan kepercayaan ini tidak hanya terjadi dikalangan staff atau karyawan biasa-biasa saja. Di level-level tinggi pun bisa terjadi. Contoh sederhana misalnya; seseorang dilevel senior management berada ruang kerja sambil menutup pintu kamar kerjanya. Apa yang sedang dilakukannya dengan laptopnya di jam kerja?. Tidak ada yang tahu. Setidaknya itulah yang beliau kira. Beliau tidak menyadari jika bossnya ingin mencari tahu apa sih kesibukannya sehari-hari. Entah bagaimana caranya, sang boss mengetahui bahwa sang manager itu ternyata kecanduan situs-situs khusus. Apa salahnya? Tidak ada salahnya jika dilakukan dijam-jam pribadi. Tapi jika dilakukan dijam kerja; beliau kan dibayar untuk bekerja, bukan untuk menonton tayangan tak relevan. Apa yang terjadi kemudian? Habis karirnya. Inilah salah satu contoh betapa pentingnya menjaga kepercayaan. Sekali mencedrainya, kita akan kehilangan kepercayaan itu untuk selamanya. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar menjaga kepercayaan, saya ajak memulainya dengan memahami berikut ini:
    

Setia kepada profesi.

 Setia kepada perusahaan itu bagus. Tapi, Anda bisa kecewa jika suatu saat nanti perusahaan tidak memberikan apa yang Anda inginkan. Akhirnya Anda pun kerja malas-malasan. Coba kita ubah kesetiaan kita kepada profesi kita sendiri; maka kinerja kita tidak akan pernah terpengaruh oleh situasi apapun yang kurang menyenangkan kita. Ketika memiliki kesetiaan kepada profesi, kita tidak tertarik untuk membuat profesi itu menjadi buruk. Sebaliknya kita akan berusaha melakukan tindakan-tindakan yang baik. “Sori, kita setia pada uang; bukan pada profesi,” ada juga yang berpikir begitu. Silakan saja. Tapi jika kesetiaan kita kepada profesi itu dipupuk dan dilakoni dengan baik, maka kita akan bisa membangun karir yang lebih baik. Sedangkan uang, merupakan kosekuensi logis seiring kenaikan jenjang karir yang berhasil kita raih. Makanya, setialah kepada profesi; sehingga kita tetap bergairah untuk melakukan yang terbaik. Meskipun tidak selalu diawasi.
      

Sekali untuk selamanya.

 Tidak ada yang meragukan pentingnya nama baik. Sekali tercoreng, sulit untuk dipulihkan. Salah satu kejadian menarik adalah ketika ada seorang eksekutif yang dikenal sangat jujur serta penuh dedikasi. Semua orang tahu persis soal kualitas dirinya yang sangat tinggi. Namun, suatu ketika eksekutif itu ‘tergelincir’. Hanya sekali itu. Tidak pernah terjadi sebelumnya. Tapi, karena kejadian yang hanya sekali itu, beliau kehilangan segalanya. Tidak ada gunanya penjelasan ataupun pembelaan yang menyatakan bahwa kejadian itu baru sekali itu. Tidak pula ada artinya janji untuk tidak mengulangi. Pokoknya, sejak kejadian itu orang tidak lagi menaruh respek yang sama seperti sebelumnya. Jika selalu ingat atas pentingnya menjaga nama baik, kita tidak akan tertarik untuk melakukan tindakan yang bisa merusaknya. Sekalipun ada kesempatan. Meskipun tidak bakal ketahuan. Kita akan tetap menjaganya tanpa perlu diawasi orang lain.
      

Menjaga integritas pribadi

. Di kantor, kadang tidak ada bedanya perlakuan terhadap karyawan yang baik dan yang buruk. Contoh sederhananya, jika Anda datang tepat waktu ke kantor mungkin Anda tidak mendapatkan penghargaan apapun. Sedangkan teman-teman Anda yang biasa terlambat juga tidak mendapatkan teguran apapun. Padahal, aturannya sudah jelas; tidak boleh terlambat masuk kerja. Makanya, banyak orang merasa tidak ada gunanya berdisiplin tinggi, atau bekerja dengan baik. Soalnya, hasilnya sama saja. Baik atau buruk tidak ada pengaruhnya. Lalu banyak yang cenderung ikut menjadi buruk. Ini kejadian di suatu organisasi. Suatu ketika, datang boss baru. Saat memeriksa kondisi kantornya, beliau memutuskan untuk melakukan ‘pembersihan’. Kedatangannya menjadi berkah bagi orang-orang yang menjaga integritas pribadinya. Yaitu orang yang tetap konsisten dengan perilaku baiknya, meskipun atasannya tidak selalu memonitor tindak tanduknya.
      

Memberi hadiah kepada diri sendiri.

 Ada indikasi kuat jika di banyak kantor terdapat lebih banyak punishment, daripada reward. Misalnya, jika karyawan melakukan tindakan yang baik itu dianggap biasa saja. Tapi jika melakukan kesalahan, langsung ditegur bahkan dihukum. Makanya kadang ada juga orang yang bilang begini;”Kalau gue kerja bagus, nggak ada tuch yang muji. Eh, sekalinya gue melakukan kesalahan langsung didamprat habis-habisan….” Tidak usah heran, karena mungkin masih banyak perusahaan yang begitu. Anda lari kemana pun juga mungkin masih seperti itu. Jadi solusinya bukan pindah. Melainkan belajar untuk memberi hadiah kepada diri sendiri, atas setiap kebaikan yang Anda lakukan. Sekedar tepukan di bahu sendiri. Anda juga boleh pergi ke toilet, lalu didepan cermin Anda katakan; “Welldone buddy. Hari ini kamu bekerja baik sekali!” Maka jiwa  Anda akan dipenuhi dengan aura kebaikan sekalipun tidak ada orang yang peduli atas kebaikan-kebaikan yang Anda lakukan dikantor pada hari itu.
      

Mencari bukan sekedar uang.

 Kalau tidak digaji, masak sih Anda mau bekerja di kantor itu. Sah. Memang begitulah seharusnya. Namun, coba renungkan kembali; apakah pendapatan Anda sebanding dengan pengorbanan dan resiko yang Anda hadapi dalam pekerjaan? Kemungkinan besar Anda merasa berhak mendapatkan lebih, kan? Makanya, gampang sekali untuk tergoda mencari yang ‘lebihnya’ itu. Beda sekali kalau yang kita cari itu bukan sekedar uang. Misalnya persahabatan. Maka Anda akan terus membangun persahabatan dengan kolega yang saling menghargai dan perhatian. Apa lagi jika Anda ingat bahwa bekerja adalah bagian dari perintah Tuhan. Bekerja itu termasuk ibadah. Maka, tidak mungkin kita melakukan tindakan buruk selama menjalankan pekerjaan itu. Karena dalam beribadah, kita tidak melakukan keburukan.

Menjaga Kepercayaan 2 -Motivasi Diri-

Ada cukup banyak contoh orang  yang hanya bisa bekerja dan bertindak dengan baik di tempat kerja jika dan hanya jika diawasi saja. Tapi banyak juga kok contoh orang yang tetap konsisten menjaga kepercayaan itu. Memang, atasan kita punya keterbatasan dalam mengawasi. Tapi kalau selalu ingat bahwa tidak ada tindakan tanpa konsekuensi, maka kita pun senantiasa sadar jika setiap perbuatan akan diperhitungkan. Mungkin bukan oleh perusahaan. Tapi pasti, oleh Dia yang menginginkan kita untuk menjadi pribadi yang amanah. Yaitu pribadi yang bisa menjaga kepercayaan yang telah diberikan. Dengan begitu, kita bisa bekerja sebaik mungkin. Bukan dengan takaran jumlah uang yang kita dapatkan. Melainkan dengan ukuran daya diri dan kemampuan yang sudah Tuhan anugerahkan. Maka Insya Allah, kita akan senantiasa bekerja dengan sebaik-baiknya, dan dapat memotivasi diri sendiri. Sehingga kepercayaan yang kita dapatkan ini, benar-benar bisa dijaga. Dan ditunaikan.


motivator: Dadang Kadarusman

Baca Selengkapnya ....